Harapanya ahli Sayre'at, Hakikat dan Ma'rifat
Arti Roja : harapan yg disertai dengan Usaha tau debut harapan yang hakiki, sedangkan Harapan yg tidak ada usaha adalah lamunan/hayalan. Nabi Muhammad saw berkata : Tinggalkan/ hindari lamunan(hayal) karena hayalan itu datangnya dari syetan.
Menurut tingkatan keimanannya, golongan manusia ada 4 macamnya :
- Syare'at
- Tarekat
- Ma'riifat
Mengenai hal datas akan kita bahas satu-persatu terkecuali golongan Hakikat, adapun golongan-golongan tersebut yang akan dibahas mengenai sebuah harapan dirinya kepada Allah tentang kedekatannya
- Syare'at
Abidin (ahli ibadah) atau disebut juga ahli Syare’at, orang yang dalam ketegori golongan ini harapannya akan kuat atau akan berhasil jika dirinya taat kepada Allah, dan akan merasa kendor/lemah ketika dirinya melakukan maksiat, karena ‘abid prilakunya masih bersandar pada amal (perbuatan)-nya. Oleh karena itu jika abid melakukan maksiat maka bertaubat dengan istilah Taubatul Awwam (taubatnya orang syari’at dari dosa/maksiat), sedangkan tujuannya ahli Syareat Ahli syaret, masuk surga selamat dari api neraka. Maka yang harus dilakukannya berusaha Taubat, adapun kebehasilan pasahkan fadhole rahamatnya Allah.
Seorang 'Abid imbalannya menguntungkan dirinya selamat dari neraka dan beruntung bisa wusul dekat dengan Allah.
- Tarekat
Muridin tingkatan kedua dari syare’at atau biasa dsiebut ahli Torikoh (Tarekat), Harapan sorang murid tujuannya kedekatan diri dan wushul kepada Allah sangat kuat, jika keberasilan sebuah amal karena mlekukan amal, ketidak berhasilan amal karena kesalahan/ dosa, dosanya ahli torikoh, lupa dengan Allah, merasa mempunyai amal : ini amalku, ini sholatku. karena tujuannya bertemu Allah. Maka apabila bertaubat disebut dengan Tauatul Khowas :Taubat dari lalainya akan ingat Allah.
Ahli Tarekat melihat atau mersakan yang baik dan dan buruk itu sama saja, kerna sifat yang baik dan sifat yang buruk itu datangnya dari Allah, kunci untuk pendekatnya tarikat adalah selalu ingat Allah apapun yang dilakukaknya, dalam melihat sesuatu apapun berupa bentuk dan warnanya selalu ingat kepada Allah karena itu yang membentuk adalah Allah. seorang Murid ibadah dengan khusyu, penyucian hati serius, hasil pasrah fadole rahmate Allah
Penjelasan tentan ujianya ahli tarekat menurut Cak Nun :https://www.youtube.com/watch?v=v7VuiSDfYU4
- Ma'rifat
Atau biasa disebut Arifin (tingkat Tertinggi) ‘adul hakikohMelihat sifatnya Allah, sama dengan bisa memandang kepada Allah dengan mata hatinya, melihat sifatnya allah yg menakutkan (Menyiksa)’adl dan yang di harap-harap sama saja (rahmaan &rahim) kasih sayang, fadhol Yang jadi gandholan jawa (Pedoman) orang arif adalah Rahmatihi Waminnatihi (Rahmat dan anugrahnya Allah), bukan dari sebuah amal, karena amal mudah kena penyakit, Allah Itu tidak sama dengan sifatnya manusia.
Orang golongan Arifin, tujuannya ada 2 :
1. Ashidqu fil ‘ubudiayah, Bersungguh-sungguh jadi kaulane (Hambanya) Allah
2. Alqiyamu fihuqukillah, Melaksanakan hak-haknya Allah dengan cara disembah, digandoli dan dipasrahi, tidak ada keinginan imbalan apapun pada dirinya.
Mengenai Penyakit amal , yang dimaksud amal disini adalah seseorang yang melakukan amal soleh maka yang harus di hindari yaitu Riya dan Ghibah.
- Ria (Pamer) adalah sebuah amal perbuatan yang ingin dipuji dan ujub rumongso (merasa) dirinya lebih baik, lebih pinter, lebih pandai, lebih tinggi titelnya, lebih tinggi sekolahnya, lebih dan merasa sangat lebih dari orang lain.
- Ghibah/menggunjing (Membicarakan kekurangan orang lain) seperti kata Nabi, Gibah bisa merusak/menghilangkan amal yang soleh
Sebuah amal memang tidak bisa diandalkan akan tetapi menjadikan sebab, misalnya: perut lapar menjadi kenyang sebab kita makan, yang membuat kita kenyang adalah allah kemudian berusaha belajar dengan sungguh-sungguh menjadi sebabnya pinter, tetapi tidak menjadikannya pinter, karena itu haknya Allah yang menjadikan sesorang itu pnter atau tidaknya, karena semua itu tetap harus kitalakukan, adapun urusan hasil akhirnya pasrahkan kepada Allah
Seperti halnya Nabi Muhammad Saw berkata para sahabatnya : “Tidak akan amal seseorang itu menyebabkan dirinya memasukan seseorang kesurga termasuk saya (Nabi Muhammad saw), kecuali apabila Saya diselimuti allah dengan anugrah dan kasih sayangnya Allah.
Dosanya ahli torikoh, lupa dg Allah, rumongso due amal, ini amalku, ini sholatku, kerna tujuannya ketemu Allah berbeda dengan orang syariat, yg seneng maksiat
Urusan dunia semua manusia punya pengharapan, seperti orang belajar ingin ilmunya bermanfaat.
“Yu’til Hikmata Maysya” Allah akan memberikan hikmah kepada siapa saja yg dikersaaken (dikehendaki-Nya), siapa saja yang diberikan hikmah maka akan diberikan keberkahan (rizki, rumah, ilmu, dan sebagainya) dan hikmah.
Mengenai masalah Hikmah, Kh. Masduki lasem mengtakan ada 13 makna, sedangkan menurut Tafsir makana Hikmah 29 makna, salah satunya adalah “Ilmu yang bermanfaat”, Yang dimaksud ilmu yang bermanfaat menurut :
- syekh sufyan Assauri : Ilmu yg digunakan bertaqwa kepada Allah
- Syekh Junaidi : Ilmu yg digunakan untuk pendekatan diri kepada Allah
- Syekh Ibnu Attaillah :Ilmu yang disertai rasa takut kepada Allah
Tujuan Ilmu manfaat agar bisa berhasil berbuat, disamping itu berusahalah semaksimal mungkin, adapun keberhasilannya pasrahkan kepada Allah. “ Tidak ada kesulitan mempeoleh sebuah harapan (sebuah keinginan), jika keberhasilannya kau serahkan kepada Allah, dan Tidak ada kemudahan memperoleh harapan jika keberhasilannya engkau serahkan kepada kemampuannmu sendiri” Ibn Attailah. Dengan kata lain, kita akan sulit untuk berhasil untuk mencapai sesuatu, jika kita bersandar kepada akal dan bukan bersandar kepada Allah
Ibarat pengusaha : harapannya adalah karyanya bisa bagus akan tetapi disertai dengan usaha masalah hasil dipasrahkan pada Allah, begitu juga pada petani yang menanami kebu dan ladangnya, begitu juga pada para pekerja/buruh, janganlah berharap karena gaji, Seorang Kiyai harapannya santrinya sergep dan jadi anak soleh, jangan hanya sekedar imbalan, karena hal itu akan merugi. dalam bekerja dengan Lilahi Ta’ala mencakup 3 keniatan :
1. 1. Lillahi
karena Allah Ta'ala
2. 2. Billahi karena kita berbuat dengan pertolongan Allah
3. 3. Fillahi, Ilmu atau kemampuan yang kita punyai atau ilmu yang kita pegang (Ilmu apa saja) seperti ilmu agama, ilmu kedokteran, ilmu pertainian dan sebagainya. Hal itu yang kita gunakan untuk mengarahkan seseorang (murid) untuk beriman kepada Allah.
Mengulang/Mengajarkan 1 huruf dengan ikhlas, sama dengan sedekah 1 dinar, jika dirupahkan kurang lebih 1,6jt, atau samadengan memebaskan 1 (seorang) budak.
Jika kita menuliskan kalimat
La ilaha illallah = 12 huruf x 1,6jt, Jika menuliskan beribu-ribu huruf, maka sama dengan membebaskan budak sejumlah huruf yang kita tulis.
Nasehat: Buat keseluruhan orang umum yang berharap jauh dari neraka, ingin masuk syurga, untuk itu beramal-lah secara maksimal keikhlasan secara maksimal, menjauhi barang haram disamping itu gandolono (berpegang teguh) fadhole Allah dan rahmatnya Allah Swt.
Sumber : Syarah kitab Al-hikam Ibnu Attaillah, Munajat 36 terjemah 1188 yang di baca dan di terangkan oleh KH. Jamaludin Ahmad, salah satu Pengasuh PP. Bahhrul ‘Ulum Komplek Al-Muhibbin, Tambakberas-Jombang.

Comments
Post a Comment